You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

Kamis, 19 Juli 2012

Kasus Abnormal di Sekolah



KLEPTOMANIA

A.    Contoh Kasus Kleptomania

NAURA TIDAK HANYA KLEPTOMANIA
Naura itu tidak hanya kleptomania... masalah kejiwaannya jauh lebih parah dari sekedar kleptomania... kalau Naura kleptomania dia nggak akan milih2 barang siapa yang akan dia curi... buktinya dia nguprek2 tas saya nggak pernah ada yang hilang... buktinya dia tinggal ditinggal sendiri diruangan kepala sekolah nggak pernah ada yang hilang...
Naura itu hanya mencuri barang-barang orang yang dia anggap menyakiti dia, atau orang-orang yang tidak dia sukai... Naura tidak pernah ngata-ngatain balik kalau dia dikata-katai temannya... Naura tidak pernah membalas memukul atau menyentuh temannya saat dia didorong atau ditepuk... Naura hanya diam dan menahan segala rasa didalam dada... karena Naura harus selalu menjadi anak mama yang termanis... dimana pun dia berada... Naura harus menjadi yang terbaik dan paling menyenangkan, Naura-lah yang paling pantas mendapatkan perhatian dari semua orang dan bukan orang lain... Naura... dan hanya Naura satu-satunya pusat perhatian... Naura adalah yang ter- dan bukan yang lainnya... meskipun sesungguhnya ia tak mampu menjadi yang terbaik, dan teman-teman tidak menyukainya karena itu...
Tapi kalau Naura disakiti, Naura tak boleh diam saja agar tidak disepelekan orang lain... orang-orang yang menyakitinya harus mendapatkan balasannya... orang-orang itu harus dia sakiti dengan cara lain, dengan cara tidak merusak citranya sebagai seorang anak manis, agar mereka tidak berani menyakitinya lagi... Naura mencuri apa yang bisa dia curi dari mereka... dan saat mereka menangis Naura merasa menang...
Naura adalah korban obsesi mamanya... yang dulu mungkin menginginkan menjadi yang terbaik tetapi tidak mampu... Naura adalah korban obsesi mamanya, yang mungkin dulu menjadi korban bullying dari teman-temannya... dan mamanya mengajarkan dia untuk membalas dengan cara lain... supaya orang lain tidak meremehkan Naura, meskipun itu artinya dia harus mencuri dan terus menerus berbohong demi mempertahankan citra manis dan innocentnya...
Naura mencuri karena dia mendendam Ibu, Naura tidak hanya  seorang kleptomania... masalah kejiwaannya jauh lebih dalam dari sekedar itu... tapi Naura tidak sendirian... mamanya sakit bersamanya... dan Naura tidak perlu bilang apa-apa kepada saya sehingga saya bisa mengira-ngira ada apa dengan dirinya... karena interaksi saya dengannya tulus...
Gw menghela nafas, dan menatap kepala sekolah Sabtu kemarin... setelah berdebat sebelumnya dan blio mengatakan bahwa menurut tim psikolog yang menangani Naura dia punya kleptomania...
Naura pernah bercerita pada tim psikolog yang menanganinya bahwa terkadang saat di shoping center, ato supermarket dia suka mengambil coklat. Mungkin karena pada masa kecilnya agak ditekan ama ortu soal jajan.
Hal ini sudah terjdi dari umurnya kurang lebih 13 tahun. Tapi selain coklat, terkadang tanpa disadari, saat tiba di rumah di tasnya ada korek api bagus2,coklat, gelang, dompet, dan lain-lain. Namun, dia tidak tahu barang itu milik siapa akirnya barang itu terkadang dibuang olehnya
.
Kepala sekolah ngeliat gw dalam-dalam dan gw menatap balik... "Bagaimana Kak Agnes bisa tahu..." "Apakah Ibu akan meragukan pengamatan saya dan lebih mempercayai penilaian psikolog dimana setiap konseling Naura akan selalu berusaha menjadi anak manis, dan saat itu para psikolog akan menilainya seperti sebuah kertas... tanpa rasa sayang... tanpa rasa peduli... sedang saya terlalu sering mengamati anak2 yang saya ajar dengan empati... dengan rasa sayang dan kepedulian saya...""Mengerikan Naura... apakah dia bisa menjadi psikopat nantinya, Kak Agnes...???""Itu yang saya takutkan Ibu... sekarang yang dia mampu melakukan hanya sekedar mencuri... kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya kalau perkembangan jiwanya terus begini... Ibu dalam hidup saya... saya banyak bertemu dengan naura-naura ketika telah besar... mereka sungguh manusia2 yang manis dan menyenangkan kapan pun dan dimana pun... tetapi dibalik segala kemanisan yang mereka tunjukkan, ada sesuatu yang mengerikan yang mereka sembuyikan... dan saya tak ingin Naura menjadi seperti itu..." "Berarti ibunya pun perlu konselling..." "Ibunya sangat perlu konselling..." "Bagaimana Kak Agnes bisa sepeka itu...??? Apa Kak Agnes punya kemampuan lain..." "Ibu, beberapa orang diberikan kepekaan berlebih oleh Allah, untuk menyelami orang lain yang diijinkan untuk diselami oleh Allah jika dia kehendaki... dan saya diijinkan menyelami Naura... jika tak diijinkan saya tak akan bisa... semua atas ijin Allah... mungkin karena saya terlampau sayang dengan anak-anak yang saya ajar... dan sering memikirkan mereka... meskipun saya hanya mengajar satu minggu sekali..." "Baiklah... saya mengerti... "
Lantas kita berdua cuma bisa menghela nafas dalam-dalam... memikirkan Naura... anak itu... yang sama sekali bukan anak kita berdua... gw ingin bertemu Naura lagi, mungkin sekedar mengajaknya bicara berdua... tapi dia sudah jarang masuk belakangan ini...

B.     Identifikasi Data Subyek
Kasus kleptomania di atas dialami oleh Naura siswi salah satu sekolah yang tidak disebutkan dalam blog. Teman-teman di sekolahnya sudah mengetahui bahwa Naura memiliki kebiasaan mengambil barang yang bukan miliknya tanpa seijin pemilik atau dengan kata lain mencuri. Namun, setelah diteliti lebih lanjut ternyata Naura mengidap gangguan mental yang disebut Kleptomania. Dan pihak sekolah sedang berusaha membantunya menyelesaikan masalahnya, namun saat ini Naura jarang masuk lagi ke sekolah.
C.    Latar Belakang Kasus
Perilaku Naura dikatakan sebagai perilaku abnormal yang dilakukannya karena :
1.      Symptom Kompulsi
Kompulsi adalah tendens keinginan atau impuls yang tidak tertahankan atau tidak bias dicegah dalam melakukan sesuatu perbuatan, tidak dapat ditahan atau dikendalikan. Dan saat melakukan bertentangan dengan kemauan sadar. Jadi, saat melakukan klepto, Naura tahu dan sadar apa yang diketahuinya adalah salah,tapi dia tidak mampu menahan kemauan untuk mengambil barang-barang orang yang menyakitinya untuk membalas dendamnya.
2.      Menurut pandangan psikodinamika
Mempertahankan atau ketidakmampuan melawan rangsangan, keinginan, konflik, kebutuhan di alam bawah sadar. Rangsangan ini berupa refleksi motif seksual atau macosistic yang senang mengalami penderitaan dan mencuri sebagai pengeluaran yang menunjukkan mekanisme narsistik individu yang mudah dikritik. Dalam kasus ini Naura merasa dirinya disakiti oleh orang lain dan untuk membalasnya sehingga dia melakukan pencurian itu.
3.      Disfungsi masa kecil
Kebanyakan penderita kleptomania adalah orang-orang yang pada masa kecilnya pernah mengalami masalah dan disfungsi yang mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan untuk mencuri sebagai usaha untuk menyelesaikan atau mengembalikan kekurangan masa lalunya.
4.      Konflik dalam diri
Adanya konflik dalam diri yang kronis antara nafsu keinginan berbuat melawan perasaan ketakutan untuk berbuat hal yang sama. Pada dasarnya Naura merasa takut untuk melakukan pencurian ini kembali, namun dia tidak dapat mengandalikan nafsu dan keinginannya untuk mengambil barang yang bukan miliknya lagi.
5.      Pengganti dari keinginan-keinginan yang ditekan pada masa kecil atau trauma.
6.      Adanya anomaly atau gangguan transmitter di otak yang memicu kerusakan atau gangguan penerimaan rangsangan
7.      Pola asuh orang tua
Pola asuh orang tua yang terlalu keras atau kurang perhatian dapat memicu timbulnya kleptomania di usia dewasa. Karena akan mempngaruhi perkembangan otak anak. Orang tua Naura khususnya Ibunya telah menuntut Naura untuk jadi yang lebih baik dan sempurna tanpa cacat. Dan Ibunya juga mengajarkan Naura untuk membalas dendam pada orang yang menyakitinya. Hal ini membuat Naura mengalami keabnormalan pada perkembangan otaknya yang memicu timbulnya impuls untuk mengambil barang milik orang lain.
Berbagai penyebab ini akan mendorong seseorang untuk berlaku kleptomania. Dan kebanyakan klepto disebabkan karena pengaruh masa kecil yang mengalami masalah-masalah dan tidak mampu menyelesaikannya.

 D.    Pengertian
Contoh kasus pencurian diatas berbeda dengan kasus pencurian biasa, namun orang awam akan menganggap ini sebagai bentuk pencurian namun pada dasarnya kleptomania tidak sama dengan pencurian dan ini adalah perilaku abnormal yang dialami oleh Naura. Klepto menurut bahasa Yunani memang berarti “mencuri”, sedang Mania adalah “kegemaran” jadi, kleptomania adalah kegemaran mencuri namun berkaitan erat dengan kejiwaan. Dan kasus diatas berkaitan erat dengan masalah kejiwaan yang dialami oleh Ibu dari Naura yang diturunkan pada anaknya. kasus ini berbeda dengan orang mencuri yang mengambil barang karena nilai barang itu dan termasuk tindakan criminal.
Sedangkan menurut ilmu patologi social, kleptomania adalah tendens dari dalam diri yang tidak mampu dicegah untuk mencuri sesuatu dari orang lain bukan karena nilai materi namun kepuasan psikologis yang dicari dari rasa yang dialami pada saat mengambil barang seseorang. Dan kleptos adalah sebutan bagi penderita kleptomania.

E.     Paradigma Teori Kleptomania dan Intervensi
1.      Teori Naturalis
Menyatakan bahwa kleptomania sebagai penyakit gangguan mental disebabkan proses keadaan fisik atau jasmaniah yang kalut dan abnormal. Sehingga dalam mengatasi masalah kita harus lebih humanistis dan lunak tanpa menjauhi, menyiksa, menyalahkan dan lain-lain karena penderita hendaknya diobati dan dihargai sesuai martabat kemanusiaannya.
2.      Teori Organis
Teori ini menyataka bahwa penyebab utama penyakit klepto adalah gangguan pada syaraf pusat atau jaringan otak yang bukan dikarenakan keturunan namun disfungsi pada endokrin, infeksi maupun luka-luka. Dan penyembuhannya dengan obat-obatan.
3.      Teori Psikologis
Teori ini berpendapat bahwa penyakit kleptomania ini disebabkan keadaan patologis dan keliru. Yang direfleksikan karena ketidakmampuan memenuhi tuntutan hidup berdasar pola umum. Baik salah didik, kurang melakukan relasi social, dan lain-lain sehingga dia mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
4.      Teori Intrapsikis dan Psikoanalisa
Teori ini menyatakan bahwa tempat gangguan mental kleptomania ini ada pada individu ini sendiri karena pertempuran batin, antara kekuatan-kekuatan yaitu dorongan patologis melawan tindakan yang rasional. Sehingga timbul perilaku abnormal yaitu kleptomania.

F.     Solusi Penanganan Kleptomania
 Ada berbagai cara untuk mengatasi dan menyembuhkan kebiasaan kleptomania, diantaranya :
1.      Medikasi / menggunakan obat-obatan
Klepto bias diobati dengan obat yang biasa digunakan untuk penyakit obsesif, kompulsif, dan anti depresi seperti Prozac, poxil, atau zolofit.
2.      Psikoterapi
Melakukan pengobatan melalui psikoterapi seperti CBT (Cognitiv Behavioural, terapi keluarga, terapi psikodonamika,self group atau lainnya. Guna mengubah atau memperbaiki perilaku penderita walaupun butuh waktu yang lama.
3.      Dukungan LingkunganKeluarga dan Sosial
Keluarga juga berperan dalam menangani masalah kleptomania dan tidak menyalahkan anak atas penyakit yang dideritanya dengan memberikan suasana yang kondusif dalam masa penyembuhan. Sedang lingkungan social seperti teman-temannya harus selalu melakukan pendekatan pada kleptos dengan sealu mengawasi dan belaku tegas pada kleptos.
4.      Menyeimbangkan neuro transmitter atau fungsi system saraf otonom, daya tahan tubuh, system hormonal agar meningkatkan kesadaran pemahaman diri dan control diri.
5.      Jika masalahnya karena trauma masa kecil, maka kita harus membawa dia merasakan apa yang terjadi pada masa akan-anak dan menyelesaikan masalahnya lewat meditasi
6.      Dia harus mau mengakui perbuatannya dengan terbuka, karena menyembunyikan kenyataan akan memperparah keadaan dan keadaan terbuka akan membuat lebih lega dan menutup peluang mengulangi perbuatan.
7.      Selalu pergi dengan seseorang didekatnya agar dapat mengurangi kesempatan untuk mengambil barang
8.      Menemukan penyebab dan memperbaiki keadaan.
9.      Penanganan tidak dilakukan dengan memenjaraka karena yang dibutuhkan penderita adalah perawatan psikologis yang intensive.
Namun solusi-solusi yang ditawarkan oleh para ahli berdasarkan penelitian ini tidak akan ada artinya bila dari individunya sendiri tidak ada kemauan untuk sembuh atau menghilangkan kebiasaan untuk mengambil barang-barang karena pada suatu saat akan menyulitkan dirinya sendiri, karena bias saja dia dianggap sebagai pencuri oleh orang-orang yang tidak mengenal dan memahami penyakit kleptomania ini. Sehingga sebelum melakukan tindakan kita harus yakin bahwa kita bias sembuh dan kembali untuk menjadi normal walaupun butuh waktu yan relative lama jadi kitapun butuh kesabaran.

 

KESIMPULAN

Kleptomania adalah salah satu perilaku abnormal yaitu kegemaran mencuri namun berkaitan erat dengan kejiwaan. Berbeda dengan orang mencuri yang mengambil barang karena nilai barang itu dan termasuk tindakan criminal.
Kleptomania ini tidak timbul begitu saja namun dikarenakan berbagai penyebab yang didukung oleh teori para ahli. Kita dapat mengidentifikasi penderita kleptomania ini melalui kebiasaannya yang bias dikenali bila kita dekat dengan orang itu, dan penderita kleptomania adalah orang yang mengalami gangguan pada fungsi psikolgisnya. Dan banyak hal yang perlu kita ketahui tentang kleptomania agar kita tidak salah mengartikan kleptomania sebagai pencuri.
Walaupun kleptomania ini sulit sekali disembuhkan, namun sesuai perkembangan zaman para ahli telah dapat menemukan solusi dari penyakit gangguan mental ini. Sehingga kita tidak perlu menjauhi penderitanya malah akan lebih baik lagi bila kita membantuya menyembuhkan penyakitnya. Jagi anggaan bahwa penyakit gangguan mental tidak dapat disembuhkan itu salah karena kenyataanya kleptomania dapat disembuhkan walaupun tidak 100% sembuh, namun setidaknya dia dapat menjadi normal lagi dalam melakukan aktifitasnya.

DAFTAR PUSTAKA

Kartono,Kartini. Patologi Sosial jilid 1,PT RajaGrafindo Persada ,Jakarta :2001




Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar